
Anggota Sheila On 7 telah mengalami beberapa pergantian, namun keberadaan dan kontribusi mereka membentuk identitas dan keberlanjutan band ini yang kini dikenal sebagai trio penuh harmoni.
Anggota Awal dan Formasi Pertama Band
Sheila On 7 bermula dari persahabatan remaja di Yogyakarta tahun 1996. Formasi awal mereka—dikenal sebagai Sheila Gank—beranggotakan:
- Akhdiyat Duta Modjo (Duta) – Vokal utama
- Eross Candra – Gitar utama dan penulis lagu
- Adam Muhammad Subarkah – Bass
- Saktia “Sakti” Ari Seno – Gitar ritme
- Anton Widiastanto – Drummer
Formasi lima personel ini kemudian dirubah menjadi Sheila On 7 pada 1998. Nama ‘Sheila’ berasal dari teman dekat mereka, dan ‘On 7’ mengacu pada skala nada musik.
Pergantian Personil Hingga Formasi Diehard Trio
Seiring berjalannya waktu, beberapa anggota memutuskan untuk hengkang. Faktor seperti komitmen personal dan fokus studi menjadi alasan utama.
- Anton Widiastanto (drummer) keluar tahun 2004, digantikan oleh Brian Kresna Putro.
- Sakti Ari Seno (gitar ritme) memutuskan meninggalkan band pada 2006 untuk fokus pendidikan.
- Kemudian, Brian Kresna Putro juga keluar pada 2022, meninggalkan format trio: Duta, Eross, dan Adam sebagai formasi utama hingga sekarang.
Anggota Tambahan yang Mendukung di Latar
Selain trio inti, Sheila On 7 beberapa kali dibantu oleh musisi pendukung di panggung atau rekaman untuk memperkaya musikalitas mereka. Contohnya:
- Elang Nuraga – Gitar ritme (2012, 2022–sekarang)
- Vicki Unggul – Keyboard, piano, synthesizer (2014–2016, 2022–sekarang)
- Bounty Ramdhan – Drummer (2022–sekarang)
- Aishameglio Duta Chiara – Backing vokal (2022–sekarang)
Ini membantu menjaga kualitas live performance saat hiruk-pikuk panggung konser.
Profil Duta Sheila On 7: Suara yang Tak Tergantikan
Akhdiyat Duta Modjo atau akrab disapa Duta adalah vokalis utama Sheila On 7 yang menjadi ikon dari band ini. Lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 30 April 1980, Duta dikenal bukan hanya karena suaranya yang khas, tapi juga karena kharismanya di atas panggung.
Sebagai wajah dari Sheila On 7, Duta berhasil membangun koneksi emosional yang kuat dengan penggemar lewat penjiwaannya membawakan lagu-lagu penuh makna. Ia tidak hanya menyanyi, tetapi seperti menceritakan kembali kisah hidup banyak orang—dengan ekspresi tulus yang menggugah.
Selain di dunia musik, Duta juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Ia menikah dengan Adelia Lontoh, mantan model, dan kini mereka hidup bahagia dengan anak-anaknya. Meski populer, Duta tetap rendah hati dan tidak silau oleh gemerlap dunia hiburan.
Eross Candra: Gitaris, Komposer, dan Penulis Lirik Jenius
Eross adalah sosok di balik banyak karya hits Sheila On 7. Lahir di Yogyakarta, 3 Juli 1979, Eross tidak hanya berperan sebagai gitaris utama, tapi juga otak kreatif dari banyak lagu-lagu Sheila On 7 yang legendaris.
Bakat musiknya luar biasa. Tak hanya mahir bermain gitar, Eross juga piawai menciptakan komposisi musik dan menulis lirik yang menyentuh. Lagu-lagu seperti “Dan”, “Sephia”, dan “Kita” semuanya lahir dari tangan dinginnya.
Eross dikenal pendiam dan fokus dalam berkarya. Ia sering kali menjadikan pengalaman hidup dan cerita orang terdekat sebagai inspirasi lagu-lagunya. Meski jarang tampil di media sosial atau wawancara panjang, keberadaannya sangat penting dalam menjaga karakter musik Sheila On 7 tetap utuh dan relevan dari masa ke masa.
Adam Subarkah: Bassist Loyal dan Penjaga Ritme Band
Adam, atau lengkapnya Adam Muhammad Subarkah, lahir di Yogyakarta pada 22 Februari 1979. Ia adalah bassist Sheila On 7 sejak awal band ini terbentuk dan menjadi satu dari tiga personel yang bertahan hingga kini.
Adam adalah figur pendiam namun sangat solid di dalam band. Bass-nya yang stabil memberikan fondasi kuat bagi aransemen lagu-lagu Sheila On 7. Selain sebagai musisi, Adam juga dikenal sebagai pribadi yang sangat loyal dan menjaga kekompakan tim.
Dalam banyak kesempatan, Adam terlihat sebagai “penjaga rumah” Sheila On 7—selalu ada dalam proses rekaman, pengambilan keputusan band, hingga konser di berbagai kota. Ia juga berperan besar dalam menjaga relasi internal antara anggota dan tim manajemen.
Jejak Mantan Anggota Sheila On 7 yang Masih Diingat
Sakti Ari Seno: Perjalanan Spiritual Setelah Musik
Sakti adalah gitaris ritme awal dari Sheila On 7 yang kemudian memutuskan keluar dari band pada tahun 2006. Keputusannya bukan karena konflik, tapi karena panggilan spiritual. Ia memilih fokus memperdalam agama dan membangun pesantren di Yogyakarta.
Kini dikenal sebagai Salman Al Jugjawy, Sakti tetap dikenang oleh penggemar karena kontribusinya dalam masa-masa awal Sheila On 7. Ia berperan penting dalam warna gitar yang khas dalam album pertama dan kedua.
Meskipun sudah tidak lagi di panggung musik, banyak penggemar yang masih mengingat Sakti dengan rasa hormat dan nostalgia mendalam.
Anton Widiastanto: Drummer Dinamis di Masa Awal
Anton adalah drummer pertama Sheila On 7 yang ikut dalam proses pembuatan dua album awal yang meledak di pasaran. Ia memutuskan keluar pada 2004 karena masalah kontrak kerja.
Setelah hengkang, Anton sempat membuat proyek musik sendiri dan tetap aktif di dunia musik, meski tak lagi sepopuler saat di Sheila On 7. Namun, banyak penggemar masih berharap suatu saat ia akan reuni meski hanya sekali dalam konser nostalgia.
Dinamika Persahabatan di Balik Kesuksesan
Keberhasilan Sheila On 7 bukan hanya karena musikalitas yang hebat, tapi juga karena solidnya hubungan antar anggota. Mereka selalu menjaga komunikasi dan saling memahami satu sama lain, bahkan di tengah perbedaan.
Hubungan yang seperti keluarga inilah yang membuat mereka bisa bertahan puluhan tahun tanpa tergoda perpecahan, meski tekanan industri terus menghampiri. Hal ini juga yang membuat Sheila On 7 begitu dicintai, karena aura kekeluargaan itu menular ke penggemarnya.
Kesimpulan: Formasi yang Berubah, Tapi Semangat Tetap Sama
Anggota Sheila On 7 boleh berubah dari waktu ke waktu. Namun semangat, nilai-nilai, dan cinta mereka pada musik tetap utuh. Duta, Eross, dan Adam telah membuktikan bahwa kejujuran dalam bermusik jauh lebih kuat dari sekadar popularitas.
Mereka bukan hanya band, tapi juga simbol perjalanan hidup banyak orang. Dan lewat lagu-lagunya, mereka akan selalu dikenang sebagai bagian dari cerita yang indah—baik oleh generasi lama maupun pendengar baru.
